Mimpi
![]() |
| Sumber gambar : ardhyanz.wordpress.com |
Siapa yang
menyangka bahwa anak perempuan itu akan menjadi bintang terkenal seperti
sekarang? Siapa yang berani bertaruh akan masa depannya layaknya sekarang? Orang tuanya saja
mungkin tak akan pernah gegabah untuk memastikan bagaimana masa depannya. Malam itu, untuk pertama
kali wajahnya muncul dilayar kaca televisi, ia tampak polos dengan pakaian yang ia kenakan. Ditanya ini itu, ia tampak masih sangat pemalu. Setelah itu dia menyanyikan
lagu dari salah satu penyanyi barat. Ya, dia mengikuti kontes musik yang diadakan di
salah satu stasiun televisi.
Tampak semua penonton seksama mendengarkannya, seakan takjub dengan suara indahnya. Banyak dari mereka yang menggerak-gerakkan bibirnya. Ikut bernyanyi dengan anak perempuan itu. Diakhir nyanyiannya, tepuk tangan riuh dari penonton dan juri, pujian pun mengalir deras, menyanjung tinggi akan kemampuan vokalnya. Anak perempuan ini hanya tersipu malu. Bilang terima kasih banyak.
Tak ada yang menduga, berawal dengan penampilan seragam sekolah, kini dia menjelma dengan penampilan yang serba wah. Bisa dikatakan menjadi trend center, mengubah pola pikir masyarakat bahwa jilbab iadalah kuno. Anak perempuan ini sudah menjadi penyanyi professional, mempunyai banyak karya, baik single maupun album. Suatu hal yang memang menjadi dambaan setiap penyanyi.
Namun sayang kawan, aku tak tahu apakah sejak kecil dia sudah bermimpi untuk jadi penyanyi atau tidak. Andaikan aku bisa bercakap-cakap dengan anak perempuan ini, pasti aku akan tanyakan hal tersebut. Tapi aku ini siapa? Aku bukan siapa-siapa. Hei, aku barusan nulis kalimat "aku ini siapa?". Pesimis banget kayaknya. Padahal anak perempuan itu juga dulunya siapa? mungkin juga bukan siapa-siapa.
Otakku mungkin sudah banyak teracuni, menganggap semuanya seakan sedang tak baik-baik saja. Padahal kalau dipikir-pikir lagi, ya entahlah. Hanya soal perspektif saja. Aku menganggap virus optimis harus segera disebarluaskan. Optimis layaknya mimpi.
Tampak semua penonton seksama mendengarkannya, seakan takjub dengan suara indahnya. Banyak dari mereka yang menggerak-gerakkan bibirnya. Ikut bernyanyi dengan anak perempuan itu. Diakhir nyanyiannya, tepuk tangan riuh dari penonton dan juri, pujian pun mengalir deras, menyanjung tinggi akan kemampuan vokalnya. Anak perempuan ini hanya tersipu malu. Bilang terima kasih banyak.
Tak ada yang menduga, berawal dengan penampilan seragam sekolah, kini dia menjelma dengan penampilan yang serba wah. Bisa dikatakan menjadi trend center, mengubah pola pikir masyarakat bahwa jilbab iadalah kuno. Anak perempuan ini sudah menjadi penyanyi professional, mempunyai banyak karya, baik single maupun album. Suatu hal yang memang menjadi dambaan setiap penyanyi.
Namun sayang kawan, aku tak tahu apakah sejak kecil dia sudah bermimpi untuk jadi penyanyi atau tidak. Andaikan aku bisa bercakap-cakap dengan anak perempuan ini, pasti aku akan tanyakan hal tersebut. Tapi aku ini siapa? Aku bukan siapa-siapa. Hei, aku barusan nulis kalimat "aku ini siapa?". Pesimis banget kayaknya. Padahal anak perempuan itu juga dulunya siapa? mungkin juga bukan siapa-siapa.
Otakku mungkin sudah banyak teracuni, menganggap semuanya seakan sedang tak baik-baik saja. Padahal kalau dipikir-pikir lagi, ya entahlah. Hanya soal perspektif saja. Aku menganggap virus optimis harus segera disebarluaskan. Optimis layaknya mimpi.
Aku tidak
terlalu mengenal anak perempuan itu, hanya bisa mengamati dari layar kaca televisi. Dia anak SMA yang mendadak jadi bintang indonesia. Tak hanya kalangan selebritis yang membicarakannya, kyai pun menaruh perhatian padanya. Mimpi, dengan hal tersebut siapapun bisa jadi apapun. Anak jenderal bisa jadi pengemis, atau anak pengemis pun bisa jadi jenderal. Tergantung mimpinya.
Tapi mimpi ini beda, tidak mimpi yang dengan tidur kita bisa mendapatkannya. Mimpi ini tidak datang tiap hari, hanya sepersekian waktu, dan itu pun kalau kita bersedia menyimpannya, karena tidak sedikit orang beranggapan kalau mimpi hanya omong kosong, sampah! Tapi bagiku, mimpi adalah kosa kata yang akhir-akhir ini sering sekali kusebut. Dengan mimpi aku lebih banyak punya rencana, rencana besar kawan. Kapan aku bisa menanyakan ke anak perempuan itu, waktu kecil dia bermimpi jadi apa?
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)

Tidak ada komentar :
Posting Komentar